News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Viral Kisah Nenek Dibuang Anak Kandung, Diminta Tak Usah Dikabari Saat Meninggal

Mohammad Sugianto • Minggu, 29 Juni 2025 | 02:49 WIB

Viral di medsos, dua anak kandung dinarasikan buang ibunya ke panti.
Viral di medsos, dua anak kandung dinarasikan buang ibunya ke panti.

SIDOARJO,Radarbangkalan.id- Dunia maya mendadak sunyi dalam hening yang menyayat. Sebuah video singkat, tak lebih dari dua menit, menguak kepiluan seorang ibu di penghujung usianya. Bukan tentang perayaan atau penghormatan. Tapi penolakan. Nenek Nasikah, 74 tahun, dititipkan ke panti jompo oleh dua anak perempuannya—dengan permintaan tragis: jangan beri kabar jika ibu mereka meninggal.

Video itu diunggah oleh Arief Camra, Ketua Yayasan Griya Lansia Husnul Khatimah, Sidoarjo, melalui akun TikTok resminya pada Jumat, 27 Juni 2025. Dalam tayangan itu, Arief duduk di samping Nenek Nasikah yang mengenakan jilbab ungu. Suaranya bergetar menahan emosi saat membacakan isi surat penyerahan:

“Jika beliau tutup usia, tidak perlu menghubungi anak-anaknya.”

Kalimat itu mengguncang hati ribuan warganet. Viral dalam sekejap. Namun lebih dari sekadar viral, ini adalah refleksi getir dari keretakan nilai-nilai kekeluargaan yang semakin rapuh ditelan zaman.

Anak Kandung Menyerahkan, Lengkap dengan Surat Perjanjian

Kedua anak perempuan Nasikah, berinisial SR dan F, datang sendiri ke panti. Mereka membawa sang ibu dan sekaligus menyerahkan surat pernyataan yang menegaskan bahwa mereka tak ingin dihubungi saat sang ibu wafat kelak.

Arief Camra mengatakan bahwa Griya Lansia biasanya hanya menerima warga lanjut usia yang benar-benar tidak memiliki keluarga. Tapi dalam kasus ini, hati nurani tak bisa menolak.

“Kami tidak bisa berpaling. Karena saat itu, tak ada satu pun dari keluarganya yang mau merawat beliau,” ujarnya dalam wawancara lanjutan.

Sisa Usia dalam Sepi

Nasikah bukan perempuan sembarangan. Ia membesarkan tiga anak seorang diri setelah ditinggal suami sejak lama. Dua perempuan, satu laki-laki. Harapan terakhirnya tertambat pada sang anak lelaki—yang selama ini merawatnya. Namun takdir berkata lain. Anak laki-laki itu meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Kini, ia hidup sendiri. Bukan karena ditinggal mati, tapi ditinggal hidup-hidup.

Hari-harinya diisi dengan sunyi. Tanpa kabar. Tanpa peluk. Tanpa tanya "sudah makan apa belum?" dari suara-suara yang pernah ia dekap dalam pelukan bayi.

Pukulan Batin untuk Publik

Respons publik terhadap kisah ini tak main-main. Banyak yang marah, geram, dan tak percaya bahwa anak-anak kandung bisa setega itu pada ibunya.

"Ibunya tidak hanya melahirkan. Ia membesarkan. Mencintai tanpa syarat. Tapi masa tuanya dibalas dengan lembar kertas dan permohonan untuk dilupakan," tulis salah satu warganet di kolom komentar.

Potret Retaknya Ikatan Keluarga

Kisah Nenek Nasikah hanyalah satu dari sekian banyak cerita pilu yang tak terdengar. Di balik tembok-tembok panti jompo, ada ribuan lansia yang mungkin bernasib sama—terlupakan, tak diinginkan, dan tak diberi pilihan.

Ironisnya, hubungan darah tak selalu menjamin tempat di hati. Zaman yang melaju cepat telah menggusur kehangatan keluarga menjadi formalitas. Di saat orang tua menua dan merapuh, anak-anak justru sibuk menggenggam dunia—dan melepaskan tangan yang dulu menggenggam mereka.

 

Editor : Mohammad Sugianto
#anak durhaka #sidoarjo #viral tiktok 2025 #Orang tua dan anak #viral facebook #viral hari ini #panti asuahan