RadarBangkalan.id - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji perubahan skema pemberian insentif untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG berpotensi tidak lagi menerima insentif dengan nominal yang sama.
Rencana tersebut muncul setelah pemerintah mempertimbangkan sistem klasterisasi dapur MBG berdasarkan kapasitas, kualitas layanan, serta kondisi wilayah operasional.
Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan sistem penilaian terhadap dapur MBG dengan membaginya ke dalam beberapa kategori, yaitu kelas A, B, dan C.
Pembagian kelas tersebut nantinya dapat menjadi dasar menentukan besaran insentif yang diterima setiap dapur.
Dapur MBG dengan kategori terbaik berpotensi memperoleh insentif lebih besar dibandingkan dapur dengan kategori di bawahnya. Bahkan, dua dapur yang memiliki jumlah penerima manfaat sama bisa mendapatkan insentif berbeda apabila kualitas dan penilaian operasionalnya tidak sama.
Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, membenarkan bahwa sistem pengelompokan dapur menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan.
"Salah satu opsi yang akan diambil memang seperti itu ya, klasterisasi yang bisa dibuat," ujar Agustina dalam konferensi pers di Jakarta Pusat.
Menurutnya, kondisi setiap wilayah menjadi alasan utama perlunya pembagian kategori dapur MBG. Daerah dengan jumlah penduduk lebih sedikit tentu memiliki kebutuhan dan beban pelayanan yang berbeda dibandingkan wilayah padat seperti Pulau Jawa.
Baca Juga: Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai
Saat ini seluruh SPPG masih menggunakan pola insentif yang sama. Padahal, jumlah penerima manfaat, kapasitas produksi makanan, hingga tantangan operasional setiap dapur tidak selalu seragam.
Karena itu, BGN melakukan evaluasi agar pemberian insentif dapat lebih sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Meski demikian, Agustina menegaskan bahwa sistem kelas A, B, dan C masih dalam tahap kajian. BGN masih menyusun mekanisme terbaik sebelum aturan tersebut diterapkan secara resmi.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Gagal Cetak Gol, Portugal Hanya Raih Satu Poin Lawan RD Kongo
Editor : Ubaidillah