RadarBangkalan.id - Paparan asbes dan seng kembali menjadi perhatian publik setelah disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pembahasan mengenai risiko kesehatan lingkungan. Menanggapi hal tersebut, Dewan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), menjelaskan bagaimana asbes dan komponen tertentu pada seng dapat meningkatkan risiko kanker paru.
Menurut Prof Agus, asbes merupakan bahan yang telah dikategorikan sebagai karsinogen oleh lembaga internasional dan terbukti memiliki hubungan dengan berbagai penyakit paru serius, termasuk kanker paru.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter
Asbes Termasuk Bahan Karsinogen
Prof Agus menjelaskan bahwa berdasarkan klasifikasi dari International Agency for Research on Cancer (IARC), asbes termasuk zat karsinogen yang dapat memicu terbentuknya kanker pada manusia.
"Asbes itu berdasarkan The International Agency for Research on Cancer (IARC) termasuk bahan karsinogen. Artinya bahan tersebut dapat menginduksi terjadinya kanker," jelas Prof Agus.
Berbagai penelitian internasional maupun penelitian di Indonesia menunjukkan adanya hubungan antara paparan asbes dalam jangka panjang dengan peningkatan risiko kanker paru.
Baca Juga: BPOM Resmi Terapkan Nutri-Level Mulai 2026, Ini Arti Kode Warna A-D pada Minuman Kemasan
Tidak Hanya Kanker Paru
Selain kanker paru, paparan asbes juga diketahui dapat menyebabkan mesothelioma, yaitu kanker yang menyerang selaput paru-paru.
Mesothelioma merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering dikaitkan dengan paparan serat asbes dalam jangka panjang.
Namun, risiko tersebut biasanya muncul setelah seseorang terpapar asbes selama bertahun-tahun dan tidak terjadi secara instan.
Baca Juga: Wanita Ini Minum 10 Cangkir Kopi Sehari, Berujung Didiagnosis Gangguan Irama Jantung
Asbes Bisa Menyebabkan Asbestosis
Selain memicu kanker, serat asbes yang terhirup juga dapat menyebabkan penyakit paru kronis yang disebut asbestosis.
Asbestosis terjadi ketika serat-serat asbes masuk ke dalam paru-paru dan menimbulkan peradangan kronis yang berujung pada terbentuknya jaringan parut atau fibrosis paru.
Kondisi ini dapat menyebabkan:
- Sesak napas kronis.
- Batuk berkepanjangan.
- Penurunan fungsi paru.
- Gangguan aktivitas sehari-hari.
"Asbes kalau terhirup bisa menyebabkan penyakit paru yang namanya fibrosis paru atau asbestosis," ujar Prof Agus.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Ngorok Saat Tidur, Dokter Sebut Sleep Apnea Bisa Sebabkan Kematian
Apakah Seng Juga Menyebabkan Kanker Paru?
Berbeda dengan asbes, seng secara umum tidak termasuk bahan yang dikategorikan sebagai karsinogen.
Namun, Prof Agus menjelaskan bahwa risiko kanker dapat muncul dari bahan pelapis tertentu yang digunakan pada produk berbahan seng.
Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah
Salah satu komponen yang menjadi perhatian adalah kromium atau krom.
Kromium pada Pelapis Seng Bersifat Karsinogen
Menurut Prof Agus, kromium yang digunakan sebagai lapisan pelindung pada beberapa produk seng masuk dalam kategori zat karsinogen berdasarkan klasifikasi IARC.
Paparan kromium dalam jangka panjang diketahui memiliki hubungan dengan peningkatan risiko kanker paru berdasarkan sejumlah penelitian internasional.
Baca Juga: 4 Minuman yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Teh Hijau hingga Air Putih
"Komponen dari seng apabila dia dipakai, itu ada yang disebut krom. Krom ini di dalam kategori IARC itu karsinogen," jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penelitian mengenai hubungan antara seng berlapis krom dan kanker paru masih terbatas.
Data di Indonesia Masih Minim
Prof Agus mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum banyak penelitian di Indonesia yang secara khusus mengkaji hubungan antara paparan seng berlapis krom dengan kanker paru.
Karena itu, sebagian besar informasi yang tersedia masih mengacu pada hasil penelitian dari luar negeri.
Walaupun demikian, secara teori dan berdasarkan data ilmiah yang ada, paparan kromium dalam jangka panjang tetap perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan risiko kanker paru.
Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda
Cara Mengurangi Risiko Paparan Asbes
Untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat asbes, para ahli menyarankan beberapa langkah berikut:
- Menghindari paparan debu asbes saat renovasi bangunan lama.
- Menggunakan alat pelindung diri saat bekerja di lingkungan yang berpotensi mengandung asbes.
- Memastikan ventilasi yang baik di area kerja.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi pekerja yang berisiko terpapar.
Kesadaran terhadap bahaya paparan asbes dan bahan karsinogen lainnya menjadi penting untuk mencegah penyakit paru kronis dan kanker di masa mendatang.
Editor : Ubaidillah