News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tugu Biawak Wonosobo Jadi Viral, Ini 5 Fakta Menarik dari Desain hingga Anggaran Rp 50 Juta

Ubaidillah • Rabu, 30 April 2025 | 14:46 WIB
Penampakan tugu patung biawak bernama Tugu Krasak Menyawak, Senin (21/4/2025).
Penampakan tugu patung biawak bernama Tugu Krasak Menyawak, Senin (21/4/2025).

Radarbangkalan.id - Tugu Biawak di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, sedang ramai dibicarakan.

Patung biawak ini viral di media sosial karena bentuknya yang mirip biawak sungguhan. Bahkan pada malam hari,

Tugu Biawak tetap terlihat detail berkat pencahayaan yang dipasang di sekitarnya. Lampu-lampu itu membuat patung terlihat semakin nyata.

Baca Juga: Resmi Urus Surat Nikah di KUA, Luna Maya dan Maxime Bouttier Menikah di Bali

Tugu ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp 50 juta dari program CSR beberapa BUMD di Wonosobo. Ide pembangunan datang dari Karang Taruna Desa Krasak.

Rejo Arianto, seniman lokal lulusan ISI Surakarta, dipercaya membuat patung ini. Ia dibantu oleh enam orang selama proses pengerjaan. Pembangunan tugu memakan waktu sekitar 1,5 bulan. Dukungan penuh juga datang dari Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Kini, Tugu Biawak menjadi ikon baru Desa Krasak dan menarik banyak wisatawan untuk berhenti dan berfoto.

Baca Juga: Video Viral Mobil Bak Buang Sampah ke Kali Bekasi, Netizen Geram

Berikut 5 fakta Tugu Biawak Wonosobo:

  1. Dibangun dengan Anggaran Rp 50 Juta
    Tugu Biawak dibangun dengan dana sekitar Rp 50 juta. Dana ini berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Wonosobo.

    "Untuk tenaga pengerjaan, kalau buat saya Rp 50 juta cukup," kata Rejo Arianto, seniman pembuat patung ini.

  2. Digarap oleh Seniman Lokal
    Rejo Arianto adalah sosok di balik Tugu Biawak. Ia adalah lulusan Fakultas Seni Rupa ISI Surakarta.

    Setelah lulus, Rejo kembali ke Wonosobo dan aktif sebagai pelukis.
    "Semua lukisan di Pemkab Wonosobo adalah karya Mas Ari," kata Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

  3. Proses Pembuatan 1,5 Bulan
    Pembuatan patung biawak ini berlangsung sekitar 1,5 bulan. Rejo dibantu oleh enam orang dalam proses pengerjaannya.

    "Awal pembuatannya sebelum puasa dan selesai sekitar H-5 Lebaran," kata Rejo.

  4. Terinspirasi dari Hewan Endemik Desa Krasak
    Pemilihan biawak sebagai objek patung bukan tanpa alasan. Biawak merupakan hewan endemik di Desa Krasak.

    "Awal gagasan dari teman-teman karang taruna, kenapa dipilih biawak, karena biawak adalah hewan endemik lokal daerah tersebut yang perlu dilestarikan," kata Rejo.

  5. Jadi Spot Foto Baru
    Setelah selesai, Tugu Biawak langsung menarik perhatian banyak orang. Banyak pengendara sengaja berhenti untuk berfoto di depan patung ini.

    Ketua Karang Taruna Kecamatan Selomerto, Gunawan, mengungkap warga sangat antusias.
    "Warga sangat antusias.

    Sekarang banyak yang berhenti di sini hanya untuk berfoto. Ini membanggakan karena tugu ini bisa menjadi ikon baru bagi Desa Krasak."

Baca Juga: Video Viral Mobil Bak Buang Sampah ke Kali Bekasi, Netizen Geram

Editor : Ubaidillah
#viral #wonosobo #tugu biawak wonosobo #Patung biawak #wisata Wonosobo