RadarBangkalan.id - Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang bocah laki-laki berinisial NS (12), warga Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang terbaring di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga: Viral Ayah Aniaya Anak 3,5 Tahun di Sragen, Diduga untuk Judi Online
Dalam video yang viral tersebut, NS mengaku mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya. Rekaman yang diunggah akun Instagram @aniiammar itu telah ditonton lebih dari 2,8 juta kali.
Terlihat luka menyerupai luka bakar di sejumlah bagian tubuh korban, termasuk wajah. Seorang pria berbaju hijau terdengar menanyakan siapa yang melakukan hal tersebut.
Baca Juga: Viral WNA Mengamuk Saat Tadarusan di Gili Trawangan, Mikrofon Musala Dirusak
“Siapa yang melakukan ini?” tanyanya.
“Sama Mamah,” jawab NS lirih sambil menunjuk ke arah wajahnya.
Ayah kandung korban, Anwar Satibi, yang berada di samping tempat tidur terlihat emosional hingga sempat terjadi kericuhan sebelum akhirnya dilerai.
Baca Juga: Hasil Manchester City vs Newcastle 2-1: O'Reilly Borong Gol, The Citizens Tempel Arsenal
1. Pernah Diduga Alami Kekerasan pada 2025
Ayah korban mengungkapkan bahwa pada 2025 anaknya pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya. Saat itu, kasus sempat dimediasi dan berakhir damai, meski laporan di kepolisian disebut belum dicabut.
NS sempat dibawa ke Rumah Sakit Jampang Kulon pada Kamis pagi dan dinyatakan meninggal dunia pada sore harinya. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri untuk dilakukan autopsi.
Baca Juga: Hasil Osasuna vs Real Madrid 2-1: Gol Raul Garcia di Menit 90 Hancurkan Los Blancos
Baca Juga: Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan: Hukum, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya
2. Ditemukan Luka Bakar di Sejumlah Bagian Tubuh
Kepala RS Bhayangkara Setukpa, Kombes Pol dr. Carles Siagian, menyampaikan tim forensik menemukan luka bakar di kaki kiri, punggung, serta area bibir dan hidung korban.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadan 2026 Sebulan Penuh dan Setiap Hari Lengkap
Menurutnya, luka tersebut diduga akibat paparan panas, namun belum dapat dipastikan penyebab pastinya.
3. Penyebab Luka Masih Didalami
Pihak rumah sakit belum dapat menyimpulkan apakah luka bakar tersebut merupakan akibat kekerasan atau faktor lain.
Tim forensik masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan sebelum menentukan kesimpulan resmi terkait penyebab kematian.
Baca Juga: Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan: Hukum, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaannya
4. Sampel Organ Dikirim ke Jakarta
Secara medis, luka bakar yang ditemukan dinilai tidak serta-merta menjadi penyebab tunggal kematian. Karena itu, tim dokter mengambil sampel organ untuk diuji di laboratorium di Jakarta guna mendeteksi kemungkinan adanya zat tertentu atau penyakit bawaan.
Hasil laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu 5 hingga 7 hari setelah pemeriksaan.
5. Jantung dan Paru-paru Ditemukan Membengkak
Dalam proses autopsi yang berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam, ditemukan adanya pembengkakan pada jantung dan paru-paru korban.
Baca Juga: Jadwal Imsak dan Magrib Surabaya Februari 2026 Lengkap dengan Doa Ramadan
Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian atau dipengaruhi faktor lain.
Pihak kepolisian dan tim medis masih menunggu hasil lengkap pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya NS.
Editor : Ubaidillah