BANGKALAN,Radarbangkalan.id-Proses seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA Negeri tahun ajaran 2025/2026 di Kabupaten Bangkalan resmi ditutup pada Selasa (1/7). Namun hingga Kamis (4/7), Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bangkalan belum merampungkan rekapitulasi siswa yang dinyatakan lolos seleksi.
Kepala Seksi SMA dan PK-PLK Cabdindik Jatim Wilayah Bangkalan, Moh. Fauzi menjelaskan, laporan hasil seleksi masih berada di masing-masing sekolah dan belum dikirimkan ke cabang dinas. “Biasanya sekolah akan menyampaikan laporan penerimaan siswa sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada Senin, 14 Juli 2025,” ujarnya.
Fauzi menyebutkan, pihaknya saat ini hanya bisa memantau perkembangan melalui sistem daring, terutama soal jumlah pengambil PIN (nomor identitas pribadi), daya tampung (pagu), serta statistik pendaftar. Berdasarkan data terakhir, total pagu SPMB untuk SMA Negeri di Bangkalan mencapai 2.827 kursi.
Rincian Pagu Kursi SPMB SMA Negeri Bangkalan:
- SMAN 1 Bangkalan: 386 kursi
- SMAN 2 Bangkalan: 427 kursi
- SMAN 3 Bangkalan: 252 kursi
- SMAN 4 Bangkalan: 252 kursi
- SMAN 1 Kamal: 358 kursi
- SMAN 1 Blega: 216 kursi
- SMAN 1 Kwanyar: 288 kursi
- SMAN 1 Arosbaya: 252 kursi
- SMAN 1 Tanjungbumi: 288 kursi
- SMAN 1 Kokop: 108 kursi
Sementara itu, jumlah total pendaftar dari seluruh tahapan tercatat sebanyak 2.969 siswa, di antaranya:
- SMAN 1 Bangkalan: 747 pendaftar
- SMAN 2 Bangkalan: 600 pendaftar
- SMAN 3 Bangkalan: 178 pendaftar
- SMAN 4 Bangkalan: 115 pendaftar
- SMAN 1 Kamal: 404 pendaftar
- SMAN 1 Blega: 122 pendaftar
- SMAN 1 Kwanyar: 215 pendaftar
- SMAN 1 Arosbaya: 249 pendaftar
- SMAN 1 Tanjungbumi: 286 pendaftar
- SMAN 1 Kokop: 53 pendaftar
Meski jumlah pendaftar terlihat banyak, Fauzi menegaskan bahwa tidak semua data bisa dikalkulasi langsung ke dalam jumlah siswa yang akan diterima. Sebab, dalam sistem SPMB, satu siswa bisa memilih hingga tiga sekolah. “Jadi data pendaftar ini banyak yang ganda. Tidak bisa langsung mencerminkan keterisian kursi,” tegasnya.
Namun yang cukup mencolok, kata Fauzi, adalah fakta bahwa jumlah pengambil PIN hanya sekitar 4.600 orang, sedangkan pagu total kursi SPMB SMA dan SMK negeri di Bangkalan mencapai 6.300 kursi. Artinya, ribuan kursi dipastikan kosong.
“Selisihnya cukup besar. Jadi bisa disimpulkan sejak awal bahwa pagu tidak akan terpenuhi sepenuhnya. Sekolah mana saja yang kosong masih menunggu laporan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Bangkalan, Abdillah Rahman, menyebut banyaknya lembaga pendidikan swasta yang berdiri menjadi salah satu penyebab ketidakterpenuhinya pagu di SMA negeri. “Persaingan antar lembaga cukup ketat, ditambah lagi budaya masyarakat Madura yang lebih memilih menyekolahkan anak ke pondok pesantren,” ujarnya.
Menurut Abdillah, orang tua sekarang lebih selektif dalam memilih sekolah, tidak hanya melihat status negeri atau swasta, tapi juga mempertimbangkan fasilitas, kualitas pendidikan, serta faktor religius dan lingkungan belajar. (lil/luq)
Editor : Mohammad Sugianto