BANGKALAN,Radarbangkalan.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Bangkalan tengah bekerja keras untuk mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) 2025 yang bersumber dari retribusi Rumah Potong Hewan (RPH). Hingga Agustus, realisasi baru mencapai Rp120,2 juta dari target Rp303,7 juta. Artinya, masih ada kekurangan sekitar Rp183,5 juta yang harus dikejar dalam empat bulan terakhir.
Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnak Keswan Bangkalan, Raswan, menyebut rendahnya capaian retribusi dipengaruhi minimnya aktivitas di beberapa RPH. Dua RPH yang berada di Kecamatan Klampis dan Burneh bahkan sudah tidak beroperasi selama beberapa bulan terakhir.
“Memang ada kendala karena dua RPH tidak ada aktivitas pemotongan. Meski begitu, kami tetap optimistis target PAD bisa dikejar sebelum akhir tahun,” ungkapnya.
Untuk menutup kekurangan target, Disnak Keswan menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
-
Meningkatkan aktivitas pemotongan di RPH yang masih beroperasi.
-
Wacana kenaikan tarif retribusi di setiap RPH.
-
Penerapan pembayaran online untuk mempermudah wajib retribusi.
-
Pembangunan RPH baru di Kecamatan Tanjungbumi.
-
Pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU), mengingat hingga kini Bangkalan belum memiliki fasilitas tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa Amikom Yogyakarta Rheza Sendy Pratama Tewas Saat Aksi Demonstrasi, Diduga Akibat Kekerasan Aparat
Raswan menambahkan, adanya pembangunan RPU diharapkan bisa menambah sumber PAD sekaligus menjawab kebutuhan pasar daging ayam yang terus meningkat.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bangkalan, Hotib Marzuki, menekankan agar Disnak Keswan benar-benar fokus mengejar target PAD. Menurutnya, peningkatan pelayanan dan kenyamanan konsumen di setiap RPH harus menjadi perhatian utama.
“Bagaimanapun caranya, target PAD yang sudah disepakati harus bisa dicapai sebelum tahun berakhir,” tegasnya.(za/bil)
Editor : Mohammad Sugianto