RadarBangkalan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menegaskan komitmennya untuk terus menata pasar rakyat agar berjalan sesuai dengan ketentuan.
Upaya tersebut dilakukan demi mewujudkan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
Penataan pasar berbasis regulasi dinilai menjadi pijakan penting dalam membangun tata kelola ekonomi daerah yang sehat dan berkelanjutan.
Mengingat perannya yang strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, pembenahan pasar tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga menyentuh pengelolaan secara menyeluruh.
”Semua tentu ingin pasar tertib dan nyaman. Pedagang juga perlu bersabar, karena kesabaran adalah modal utama dalam berdagang,” ujar Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman.
Menurut dia, penataan lokasi jual beli yang sesuai aturan akan menghadirkan keadilan dan kepastian usaha bagi pedagang.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, dan pedagang menjadi kunci agar kebijakan berjalan tertib, kondusif, dan sejalan dengan regulasi.
”Pasar yang tertata akan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan kompetitif,” tuturnya.
Selama hampir setahun memimpin Kota Gerbang Salam, Bupati Kholil konsisten mendorong penataan pasar yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dia bahkan kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebijakan tersebut benar-benar diterapkan. Di antaranya di Pasar Kolpajung, Pasar Waru, dan Pasar Blumbungan.
Hasilnya mulai terlihat. Tata kelola ketiga pasar tersebut mengalami perubahan signifikan, mulai dari penataan hingga peningkatan sarana dan prasarana.
Kondisi pasar kini lebih rapi, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Bahkan, Pasar Kolpajung berhasil meraih juara II nasional dalam Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas 2025 yang digelar Badan POM.
Pemkab Pamekasan juga berencana membenahi Pasar Waru dan Pasar 17 Agustus. Proposal renovasi telah diajukan ke Kementerian PUPR RI agar kedua pasar tersebut tampil lebih representatif dan modern seperti Pasar Kolpajung.
”Manfaatnya tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga berdampak pada peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dengan langkah yang terarah dan komitmen yang kuat, mantan anggota DPR RI itu optimistis penataan pasar akan membawa dampak positif bagi Pamekasan.
Dia berharap pasar rakyat menjadi simbol kemajuan daerah—ruang ekonomi yang tertib, humanis, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
”Kami siap menampung dan menindaklanjuti setiap aspirasi warga. Melalui kebijakan ini, Pamekasan terus bergerak menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Ina Herdiyana