RadarBangkalan.id – Keberadaan korban tindak asusila di wilayah Kecamatan Galis masih menjadi misteri.
Sebab, hingga saat ini korban belum pulang ke pangkuan keluarganya setelah dinyatakan hilang pada Rabu (7/1).
Keluarga korban telah melapor ke Polres Bangkalan Kamis (8/1). Laporan itu teregister dengan nomor: SKTLK-OH/01/I/YAN.24/2026/SPKT Polres Bangkalan.
Namun, hingga saat ini, polisi belum mampu mengendus keberadaan korban tindak asusila yang diduga dilakukan oknum lora tersebut.
Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI) Mutmainnah menyampaikan, laporan orang hilang dibuat sekitar pukul 18.15 di Polres Bangkalan Kamis (8/1).
Dia menduga, hilangnya korban berkaitan dengan kasus yang dilaporkan. Sebab, sehari sebelum dinyatakan hilang, terdapat dua orang yang datang menemui korban tindak asusila.
Mereka diduga utusan oknum lora berinisial S yang juga dilaporkan dalam perkara tindak pidana kekerasan seksual.
”Sampai hari ini, korban belum ditemukan dan belum kembali ke pihak keluarga,” jelasnya.
Saat ini keluarga korban tidak memiliki akses untuk menghubungi korban. Sebab, handphone miliknya ditinggal di rumah. Sedangkan upaya pencarian yang dilakukan belum membuahkan hasil.
”Keluarga juga sudah melakukan pencarian korban, tetapi belum ditemukan,” sambungnya.
Mutmainnah berharap, hilangnya korban juga mendapatkan atensi dari kepolisian. Sebab, korban menjadi saksi kunci dalam kasus tindak asusila yang dilaporkannya ke Polda Jatim.
Baca Juga: Pemkab Sumenep Tak Kunjung Perbaiki Jembatan Gili Genting, Warga Siap Patungan
”Kalau tidak ada insiden ini mungkin dalam beberapa hari ke depan ada penetapan tersangka untuk pelaku yang kedua,” paparnya.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyatakan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk secepatnya mengungkap keberadaan. Pihaknya yakin keberadaannya akan mampu diendus oleh penyidik.
”Semoga secepatnya bisa menemukan keberadaan korban,” paparnya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana