BERDASARKAN data dari beberapa sumber, Pulau Madura merupakan pulau yang kurang lebih dihuni oleh 4 juta jiwa dengan populasi yang lumayan banyak.
Banyak sejarah dan cerita yang pernah terjadi pada abad ke-19 silam. Madura dahulu dikenal dengan sistem kerajaan yang setiap kerajaan terdapat raja-raja yang berkuasa.
Jadi, tidak heran jika di Madura banyak sekali raja-raja yang dimakamkan di tanah Madura. Salah satu kabupaten tempat dimakamkannya para raja adalah Kabupaten Sumenep.
Tempat pemakaman para raja yang ada di Kabupaten Sumenep adalah Asta tinggi. Asta Tinggi berlokasi di Desa Kebonagung, Kecamatan Kota, Sumenep.
Tempat pemakaman ini berada di atas bukit sehingga masyarakat biasa menyebut dengan sebutan Asta Tinggi, yang artinya makam tinggi.
Ada beberapa tokoh besar yang dimakamkan di Asta Tinggi Sumenep, antara lain sebagai berikut:
- Panembahan Somala
Beliau adalah raja Sumenep pada masa pemerintahan (1762–1811). Beliau adalah raja yang sering kali melibatkan pesantren dan tokoh agama pada masa pemerintahannya.
Dengan demikian, pada masa pemerintahannya beliaulah yang memulai pembangunan tempat pemakaman Asta Tinggi Sumenep.
- Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I
Beliau adalah raja Sumenep pada masa pemerintahan (1811–1854). Beliau merupakan penerus kepemimpinan Panembahan Somala karena beliau merupakan putra dari Panembahan Somala.
Pada masa kepemimpinan Raden Abdurrahman, beliau yang menyempurnakan dan meneruskan pembangunan di Asta Tinggi Sumenep yang belum rampung dan membentuk kubah bangunan Asta Tinggi yang berbentuk klasik dengan gaya Eropa.
- Bindara Saod
Bindara Saod merupakan raja setelah masa pemerintahan Raden Abdurrahman. Bindara Saod memimpin Sumenep hingga masa kolonial. Beliau sangat dikenal oleh masyarakat luas lantaran beliau karomah, yakni mampu menyahut dari dalam kandungan sehingga beliau dikenal sebagai waliyullah dan penyebar agama Islam pada masanya.
- Pangeran Jimat
Beliau merupakan raja Sumenep yang terkenal dengan gagah dan sangat hebat dalam medan peran sehingga pada masa pemerintahannya Pangeran Jimat sempat beberapa kali memenangkan perang dan memperluas kekuasaan hhingga ke Pamekasan dan daerah tapal kuda. Beliau memiliki senjata andalan berupa keris yang dikenal dengan keris Se Jimat.
- Pangeran Panji Pulang Jiwo
Beliau merupakan salah satu raja Sumenep yang dikenal dengan kesatria dan berani. Beliau memilih pergi ke Malang dengan alasan tidak ingin tunduk pada Mataram. Pangeran Panji Pulang Jiwo gugur di Malang karena terkena jebakan. Beliau juga dimakamkan di Asta Tinggi Sumenep. (Baiq Alwi)
Editor : Ina Herdiyana