News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Benarkah Golongan Darah O Lebih Panjang Umur? Ini Fakta di Balik Kaitannya dengan Kesehatan

Ubaidillah • Selasa, 16 Juni 2026 | 07:57 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Mixmike
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Mixmike

 

RadarBangkalan.id - Rahasia umur panjang seseorang selama ini sering dikaitkan dengan pola makan sehat, olahraga rutin, dan gaya hidup yang teratur. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik, termasuk karakteristik golongan darah, juga dapat memiliki hubungan dengan risiko penyakit tertentu.

Salah satu golongan darah yang sering menjadi perhatian adalah golongan darah O. Beberapa penelitian menemukan adanya perbedaan risiko kesehatan antara golongan darah O dengan tipe darah lainnya, terutama terkait penyakit kardiovaskular dan infeksi tertentu.

Baca Juga: Dokter Anak dr Ratna Dituntut 4,5 Tahun Penjara, IDAI Soroti Dugaan Kriminalisasi Tenaga Medis

Namun, para ahli menegaskan bahwa golongan darah bukan satu-satunya penentu usia seseorang. Faktor seperti gaya hidup, lingkungan, akses kesehatan, dan faktor genetik lain tetap memiliki pengaruh besar terhadap harapan hidup.

Mengapa Golongan Darah O Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Lebih Rendah?

Golongan darah manusia dibedakan berdasarkan keberadaan antigen A dan B pada permukaan sel darah merah.

Orang dengan golongan darah A memiliki antigen A, golongan darah B memiliki antigen B, golongan darah AB memiliki keduanya, sedangkan golongan darah O tidak memiliki antigen A maupun B.

Baca Juga: Doa Awal Tahun Baru Islam 1448 H Lengkap Arab, Latin, Terjemahan, dan Keutamaannya

Perbedaan inilah yang membuat respons tubuh terhadap beberapa kondisi kesehatan dapat berbeda.

1. Risiko Pembekuan Darah Lebih Rendah

Salah satu temuan yang cukup banyak diteliti adalah hubungan golongan darah dengan sistem pembekuan darah.

Baca Juga: Viral Siti Zahro Idap Kista Ovarium 29 Cm, Dokter Ungkap Penyebab dan Gejalanya

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah non-O, terutama A, B, dan AB, memiliki kadar faktor pembekuan tertentu yang lebih tinggi dibandingkan golongan darah O.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan peningkatan risiko terbentuknya gumpalan darah yang berpotensi menyebabkan masalah kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung.

Sementara itu, golongan darah O cenderung memiliki kadar faktor pembekuan yang lebih rendah sehingga risiko pembekuan darah pada beberapa kondisi dapat lebih kecil.

Baca Juga: Tanda Awal Kanker Pankreas Bisa Terlihat dari Feses? Ini Temuan Penelitian Terbaru

2. Respons terhadap Infeksi Tertentu

Selain berkaitan dengan pembekuan darah, golongan darah juga diteliti dalam kaitannya dengan respons tubuh terhadap infeksi.

Beberapa penelitian menemukan bahwa golongan darah O memiliki tingkat risiko yang lebih rendah terhadap kondisi tertentu saat terjadi infeksi berat dibandingkan beberapa golongan darah lainnya.

Salah satu penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis menemukan adanya hubungan antara golongan darah dengan tingkat keparahan infeksi tertentu, meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti.

Baca Juga: 4 Laga Piala Dunia 2026 Hari Ini, Jerman vs Curacao dan Belanda vs Jepang Jadi Sorotan

Studi tentang Golongan Darah O dan Risiko Penyakit

Penelitian besar yang dilakukan selama pandemi COVID-19 juga menemukan adanya hubungan antara golongan darah dengan risiko infeksi dan tingkat keparahan penyakit.

Studi yang melibatkan populasi di Italia dan Spanyol menemukan bahwa golongan darah O memiliki kecenderungan risiko lebih rendah mengalami kondisi berat dibandingkan beberapa tipe darah lainnya.

Penelitian lain dari Denmark yang menganalisis ratusan ribu data kesehatan juga menemukan perbedaan proporsi pasien terinfeksi berdasarkan golongan darah.

Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya

Selain itu, analisis data pasien rawat inap di Kanada menunjukkan pasien dengan golongan darah O cenderung lebih jarang membutuhkan bantuan ventilator dibandingkan pasien dengan golongan darah tertentu.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa perbedaan tersebut tidak berarti seseorang dengan golongan darah tertentu pasti terlindungi dari penyakit.

Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan

Benarkah Golongan Darah Menentukan Umur Panjang?

Klaim bahwa golongan darah O pasti memiliki umur lebih panjang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: Kenali Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan, Bisa Menyerang Usia Muda

Beberapa sumber populer menyebut adanya perbedaan rata-rata usia berdasarkan golongan darah, tetapi angka tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan medis yang berlaku umum.

Panjang umur seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk:

Dengan kata lain, golongan darah mungkin menjadi salah satu faktor biologis yang memengaruhi risiko kesehatan, tetapi bukan penentu utama usia seseorang.

Tetap Jaga Kesehatan Apa Pun Golongan Darahnya

Meskipun golongan darah O memiliki beberapa temuan menarik dalam penelitian kesehatan, setiap orang tetap memiliki peluang untuk hidup sehat dan panjang umur dengan menerapkan gaya hidup yang baik.

Pemeriksaan kesehatan rutin, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, serta aktif bergerak tetap menjadi langkah utama untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: Kanker Payudara Ternyata Bisa Menyerang Pria, Kisah Tyler Mane Buka Kesadaran Baru

Editor : Ubaidillah
#golongan darah o #sistem kekebalan tubuh #antibodi #umur panjang #penelitian medis