News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mimpi Buruk Guru Honorer: Hari Pertama Tahun Ajaran Baru Menjadi Hari Terakhir Mengajar

Azril Arham • Rabu, 17 Juli 2024 | 00:38 WIB
kabar kurang sedap kini menimpah Guru honorer (Ilustrasi/smpn2wonogiri.sch.id)
kabar kurang sedap kini menimpah Guru honorer (Ilustrasi/smpn2wonogiri.sch.id)

RadarBangkalan.id - 

Kabar kurang baik kini menimpa para guru honorer yang sedang bersemangat memulai hari pertama sekolah di Jakarta. Baru saja mereka menginjakkan kaki di sekolah untuk memulai tahun ajaran baru, tiba-tiba hari itu menjadi hari terakhir mereka mengajar. Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi para guru honorer yang selama ini dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, selalu berkontribusi tanpa pamrih terhadap pendidikan bangsa.

Para guru honorer masih terkejut dan bingung. “Beberapa dari mereka sangat shock, karena pada hari pertama masuk sekolah justru diberitahu bahwa itu hari terakhir mengajar. Mereka diminta untuk mengisi formulir cleansing guru honorer. Ada murid yang bertanya kenapa gurunya tidak masuk, tetapi bingung harus menjawab apa,” tulis Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), di laman media sosial X, Jumat (12/7) lalu.

Unggahan ini dengan cepat mengundang banyak respons dari warganet. Banyak yang mempertanyakan mengapa kebijakan ini diterapkan secara tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Warganet merasa prihatin dengan nasib para guru honorer yang telah berjuang keras demi pendidikan anak bangsa.

Seorang guru honorer yang enggan disebutkan namanya menceritakan kronologi pemutusan kontrak tersebut. "Pada 5 Juli, hari Jumat, saya mendapat pesan WhatsApp dari kepala sekolah yang menyatakan bahwa sekolah tidak lagi menerima guru honorer. Saya dinyatakan tidak bisa mengajar lagi, meskipun bahasanya halus," katanya saat dihubungi.

Setelah pengumuman tersebut, para guru honorer diminta untuk mengisi formulir cleansing. "Ibaratnya seperti ditembak, disuruh menggali kuburan sendiri," lanjutnya dengan nada sedih. Para guru honorer merasa kebijakan ini sangat tidak adil dan merugikan mereka yang selama ini telah bekerja keras mendidik siswa-siswa di sekolah.

Iman Zanatul Haeri dari P2G mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan nasib para guru honorer yang terkena dampak dari kebijakan ini. “Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait untuk menangani masalah ini dengan lebih bijak dan adil,” tegasnya.

Kejadian ini menjadi cermin dari betapa rentannya posisi para guru honorer di Indonesia. Diharapkan, kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan nasib dan kesejahteraan para guru honorer yang telah banyak berkontribusi terhadap dunia pendidikan.

 

Editor : Azril Arham
#Peluang Bagi Guru Honorer #pemberhentian guru honorer #cleansing guru honorer #guru honorer #terhadap aksi guru honorer