RadarBangkalan.id - Jawa Timur menunjukkan posisinya sebagai pemimpin dalam produksi perikanan budidaya, dengan mengandalkan potensi luar biasa dari rumput laut. Data terbaru mencatat bahwa sebanyak 52,88 persen dari total produksi perikanan budidaya di provinsi ini berasal dari hasil budidaya rumput laut. Potensi lahan untuk budidaya rumput laut di Jawa Timur mencapai 397.286 hektare, yang menghasilkan jumlah produksi mencengangkan sebanyak 699.236 ton.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Muhammad Isa Ansori, mengungkapkan bahwa dari luas keseluruhan lahan tersebut, hanya sekitar 0,1 persen atau setara dengan 217 hektar yang telah dimanfaatkan secara efektif. Ini menunjukkan bahwa masih ada potensi besar untuk mengoptimalkan pengembangan budidaya rumput laut di Jawa Timur, ujarnya pada hari Rabu, 27 Desember.
Isa menegaskan bahwa rumput laut telah menjadi salah satu komoditas unggulan dalam sektor kelautan dan perikanan di Jawa Timur. Permintaan yang tinggi terutama berasal dari pasar ekspor, di mana sebagian besar produksi rumput laut diekspor dalam bentuk kering. Permintaan ekspor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, dan rumput laut telah menjadi tulang punggung dalam mencapai pencapaian tersebut, tambahnya.
Lebih lanjut, Isa menjelaskan bahwa jenis rumput laut Eucheuma Cottonii mendominasi produksi dengan persentase mencapai 97,44 persen, sedangkan jenis Glacillaria Verrucosa hanya menyumbang 2,56 persen. Distribusi budidaya Eucheuma Cottonii melibatkan beberapa kabupaten seperti Sumenep, Pacitan, Banyuwangi, dan Situbondo. Sementara itu, Glacillaria Verrucosa ditemukan di Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Pasuruan, serta Kota Situbondo dan Kota Pasuruan.
Isa juga memberikan penekanan pada peran vital Kabupaten Sumenep sebagai salah satu penghasil rumput laut terbesar di Jawa Timur. Kabupaten ini memiliki luas potensi budidaya rumput laut sekitar 243.254 hektare, dengan luas eksisting 59.424 hektare dan melibatkan 4.093 petani rumput laut. Produksi budidaya mencapai 686.657,08 ton, dengan nilai produksi mencapai Rp 3.433.285.405.
Dalam menghadapi tantangan budidaya rumput laut di Jawa Timur, Isa menyampaikan rencana aksi untuk meningkatkan investasi di sektor ini. Langkah-langkah tersebut mencakup pembangunan laboratorium rumput laut kultur jaringan, penyediaan kebun bibit rumput laut, penerapan cara budidaya ikan yang baik, penggunaan bibit unggul, dan pengembangan budidaya dalam satu kawasan.
Isa menekankan pentingnya pemilihan lokasi yang sesuai dengan tata ruang daerah, kebijakan daerah terkait kegiatan di daratan, pembenahan tata niaga, dan penguatan kelembagaan kelompok. Serta, memberikan akses permodalan melalui Bank Jatim atau Dana Bergulir (Dagulir). Peningkatan kualitas rumput laut hasil budidaya juga menjadi fokus, dengan menerapkan dan mendapatkan sertifikasi CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik), pungkasnya. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sektor budidaya rumput laut dapat terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus meningkatkan kontribusi devisa negara.