News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Menikmati Keindahan Seni Tradisi Ojung atau Ojhung Khas Kabupaten Sumenep

Azril Arham • Kamis, 18 April 2024 | 23:36 WIB
Seni Tradisi Ojung atau Ojhung Khas Kabupaten Sumenep
Seni Tradisi Ojung atau Ojhung Khas Kabupaten Sumenep

RadarBangkalan.id - Ketika berkeliling ke suatu daerah, satu hal yang tak terlewatkan adalah menikmati kekayaan budaya lokalnya.

Begitu juga ketika Tim Gerbang Pulau Madura memandu kunjungan peserta Pemberdayaan Masyarakat untuk Desa Wisata di Sumenep.

Dalam perjalanan wisata tersebut, kami berkesempatan untuk menyaksikan keindahan seni tarung yang telah menjadi bagian dari warisan turun-temurun di sebuah desa di Kabupaten Sumenep.

Ojhung, atau Ojung, adalah nama dari seni bertarung tradisional yang menggunakan tongkat.

Meskipun berakar di tanah Madura, seni tarung ini telah menyebar ke beberapa daerah di Jawa Timur.

Tongkat, sebagai senjata utamanya, diyakini menjadi salah satu seni senjata tertua yang pernah digunakan oleh manusia.

Namun, keberadaan seni tarung ini kini terancam punah, itulah sebabnya beberapa pihak yang terlibat dalam industri pariwisata di Madura berupaya untuk melestarikan budaya ini.

Sejarah Kesenian Ojhung di Sumenep

Kesenian tarung Ojhung di Sumenep memiliki akar yang dalam dalam sejarah dan budaya lokal.

Digagas pertama kali oleh tokoh masyarakat Desa Bunbere’ almarhum Kiai Darun, Ojhung menjadi sebuah pagelaran yang dipercayai sebagai bentuk syukur atas kelimpahan sumber air di daerah tersebut.

Sebelum acara dimulai, tradisi mengaji dan tahlil bersama di Asta K. Moh Syakim menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Ojhung.

Setiap tahun, tradisi Ojhung diadakan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan desa.

Dipercaya bahwa ketika pagelaran Ojhung tidak dilakukan, seringkali terjadi ketegangan antar warga, perselisihan, dan bencana-bencana lainnya.

Sampai hari ini, sumber air titisan K. Moh Syakim masih mengalir deras, menjadi simbol keberkahan bagi masyarakat setempat.

Seni Tarung Ojhung

Seni tarung Ojhung tak jauh berbeda dengan seni tarung lainnya.

Dimainkan oleh dua pemuda yang menggunakan pelindung badan dari karung goni, Ojhung menjadi ajang untuk menguji keberanian, kekebalan tubuh, dan keterampilan dalam memukul serta menghindari pukulan lawan.

Bagi mereka yang berpartisipasi, harus memiliki keberanian serta kekuatan fisik yang memadai, karena pukulan rotan yang digunakan bisa menyakitkan.

Pemenang dalam permainan Ojhung ditentukan oleh jumlah pukulan yang berhasil diberikan kepada lawan.

Selama permainan berlangsung, peran Peputo atau wasit sangat penting untuk menjaga kelancaran dan profesionalisme pertandingan.

Meskipun pada dasarnya merupakan bentuk kekerasan, Ojhung dianggap sebagai cara untuk mempererat tali silaturahim dan kekerabatan antar warga.

Memahami Kehidupan dan Tradisi Lokal

Ketika berkunjung ke Kabupaten Sumenep, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan sendiri keindahan dan keberanian dalam seni tarung Ojhung.

Meskipun tidak selalu dapat disaksikan setiap hari, pengalaman ini akan menjadi pengingat akan kekayaan budaya dan tradisi lokal yang perlu dilestarikan dan dihargai.

Jika beruntung, teman-teman akan dapat menyaksikan pertunjukan Ojhung secara langsung, mengalami kekuatan dan kehangatan komunitas lokal. ***

Editor : Azril Arham
#sumenep #tradisi #keindahan #seni #Ojung #Ojhung