RadarBangkalan.id - Kedatangan Achmad Valen Akbar alias Valen, runner up Dangdut Academy 2025 asal Pamekasan, ke Gedung Negara Grahadi Surabaya justru memantik kritik dari sejumlah aktivis.
Kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dinilai lebih bernuansa pencitraan ketimbang bentuk dukungan nyata terhadap talenta muda daerah.
Baca Juga: Donasi Konser Valen DA7 Kontras, Pamekasan Tembus Rp1,1 Miliar Sumenep Rp71 Juta
Aktivis pemerhati kebijakan publik Madura, Subhan, secara terbuka menyayangkan sikap Gubernur Jawa Timur yang dianggap baru menunjukkan perhatian setelah Valen mencapai puncak popularitas nasional.
“Padahal sebelum-sebelumnya, sejak awal hingga menjelang grand final, nama Gubernur Jawa Timur tidak pernah muncul memberikan dukungan. Baru sekarang datang seolah paling peduli,” ujar Subhan, Sabtu (3/1/2026).
Ia bahkan membandingkan sikap Khofifah dengan beberapa kepala daerah lain, seperti Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat, yang dinilainya lebih konsisten dalam mendukung potensi generasi muda di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Akhirnya Terungkap! Purbaya Buka-Bukaan Soal Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026
“Bak langit dan bumi. Dalam pandangan saya, Gubernur Jawa Timur ini pemimpin yang nihil prestasi dan gagal membaca potensi anak muda. Yang muncul justru simbolik dan seremonial,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut Valen di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Valen disebut sebagai simbol keberhasilan anak daerah yang mampu menembus panggung nasional melalui kerja keras dan ketekunan.
Khofifah menyampaikan kebanggaannya atas capaian Valen yang dinilai bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan kebanggaan bagi Jawa Timur, khususnya masyarakat Pamekasan.
“Mudah-mudahan kemenangan ini bisa terus dijaga oleh Valen dan menjadi awal kesuksesan ke depan. Di balik kesuksesan ini ada doa orang tua, kerja keras, dan perjuangan panjang,” ujar Khofifah.
Baca Juga: Heboh! Valen Pangeran Dangdut Pulang Kampung, Warga Jatim Tumpah Ruah Menyambut
Valen sendiri menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur, terutama warga Pamekasan, yang telah memberikan dukungan penuh selama dirinya mengikuti Dangdut Academy 2025.
“Alhamdulillah Valen bisa meraih runner up. Terima kasih atas doa dan dukungan seluruh masyarakat Jawa Timur, khususnya Pamekasan,” kata Valen saat menghibur para pendukungnya di Gedung Negara Grahadi.
Sementara itu, Khairil Hidayat yang mewakili Haji Her, tokoh masyarakat Pamekasan, menilai prestasi Valen merupakan kebanggaan bersama dan menjadi bukti bahwa generasi muda Madura memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.
Baca Juga: Ronaldo Cetak 40 Gol di 2025, Hasrat Kembali Bermain di Eropa Masih Menyala
Namun di tengah euforia penyambutan tersebut, kritik publik terus mengemuka. Sejumlah pihak menilai pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seharusnya hadir sejak awal dalam mendukung talenta lokal, bukan sekadar muncul ketika prestasi telah diraih dan sorotan publik tertuju pada panggung kehormatan.
Editor : Ubaidillah