News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Probiotik Tinggi Gula Jadi Perdebatan, Sehatkan Usus tapi Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?

Ubaidillah • Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:17 WIB
Dilema kandungan gula dalam probiotik. Foto: iStock
Dilema kandungan gula dalam probiotik. Foto: iStock

 

RadarBangkalan.id - Probiotik selama ini dikenal sebagai salah satu komponen yang dapat mendukung kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan. Mikroorganisme hidup ini membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus yang berperan dalam metabolisme, sistem imun, hingga penyerapan nutrisi.

Popularitas probiotik membuat banyak produk makanan dan minuman di pasaran menggunakan label tersebut sebagai daya tarik utama. Banyak konsumen menganggap produk probiotik otomatis lebih sehat dibandingkan minuman biasa.

Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya

Namun, ada hal penting yang sering luput diperhatikan, yaitu kandungan gula di dalamnya.

Sejumlah minuman probiotik yang beredar memiliki kandungan gula cukup tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 12 hingga 20 gram per 100 mililiter. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan karena di satu sisi probiotik memberikan manfaat bagi tubuh, tetapi di sisi lain konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik seperti diabetes.

Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Usus

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

Bakteri baik ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan manusia.

Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu

Mikrobiota usus memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari membantu proses pencernaan, mendukung penyerapan zat gizi, mengatur sistem kekebalan tubuh, hingga berperan dalam komunikasi antara usus dan otak.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa keseimbangan bakteri usus berkaitan dengan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Baca Juga: Dapur MBG Bakal Dibagi Kelas A, B, C, Insentif SPPG Tidak Lagi Sama

Meski demikian, manfaat probiotik tidak berarti membuat produk tersebut otomatis bebas dari risiko apabila mengandung gula dalam jumlah tinggi.

Gula Tinggi Tetap Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, dr Dicky Levenus Tahapary, SpPD-KEMD, PhD, mengingatkan bahwa konsumsi minuman manis tetap memiliki hubungan dengan peningkatan risiko diabetes.

Menurutnya, meskipun sebuah produk memiliki klaim kesehatan seperti mengandung probiotik, kandungan gula tetap perlu diperhatikan.

Fenomena ini dikenal sebagai health halo effect, yaitu kondisi ketika seseorang menilai sebuah produk lebih sehat hanya karena memiliki satu keunggulan tertentu.

Pada produk probiotik, manfaat bakteri baik sering menjadi perhatian utama, sementara jumlah gula yang dikonsumsi justru kurang diperhatikan.

Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja

Padahal, kedua aspek tersebut perlu dipertimbangkan secara bersamaan.

Apakah Gula Dibutuhkan untuk Proses Fermentasi?

Salah satu alasan tingginya kandungan gula pada produk probiotik sering dikaitkan dengan kebutuhan bakteri selama proses fermentasi.

Guru Besar Mikrobiologi Universitas Indonesia, Prof Dra Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., PhD, menjelaskan bahwa gula memang menjadi sumber energi bagi bakteri ketika proses fermentasi berlangsung.

Dalam proses tersebut, gula membantu bakteri tetap hidup atau memiliki viabilitas yang baik hingga produk dikonsumsi.

Baca Juga: Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai

Namun, kadar gula yang terdapat dalam produk akhir tidak selalu seluruhnya digunakan oleh bakteri.

Sebagian produk minuman fermentasi mendapatkan tambahan gula setelah proses fermentasi selesai. Penambahan tersebut bertujuan mengurangi rasa asam hasil fermentasi agar lebih mudah diterima konsumen.

Artinya, sebagian gula dalam produk probiotik bisa berfungsi untuk meningkatkan cita rasa, bukan hanya untuk mendukung aktivitas bakteri.

Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh

Cara Memilih Produk Probiotik yang Lebih Sehat

Konsumsi produk probiotik tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi pemilihan produk perlu dilakukan secara bijak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan

Pada akhirnya, probiotik dan gula bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Probiotik dapat memberikan manfaat bagi kesehatan usus, tetapi kandungan gula tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan.

Memahami komposisi produk dan membaca label nutrisi menjadi langkah sederhana agar manfaat probiotik bisa diperoleh tanpa meningkatkan risiko kesehatan akibat konsumsi gula berlebih.

Editor : Ubaidillah
#kolom gizi #hidden sugar #minuman probiotik tinggi gula #probiotik #gula